Dalam pengujian NAKIVO Backup & Replication, saya menemukan bahwa replikasi VM Proxmox kembali menjadi full setelah VM sempat reboot. Kondisi ini berkaitan dengan Change Block Tracking (CBT) dan format disk yang digunakan.
Homelab yang Digunakan
Pengujian menggunakan dua node Proxmox:
pve-nakivosebagai sourcepve-nakivo2sebagai destination- Ceph RBD sebagai backend storage
- VM
test1sebagai objek replikasi
Replikasi dijalankan dari pve-nakivo menuju pve-nakivo2 melalui schedule NAKIVO.
Hasil Pengujian
Pengujian dilakukan dengan urutan berikut:
- Replikasi pertama dijalankan saat VM menyala.
- NAKIVO menjalankan full replication.
- VM kemudian di-reboot.
- Schedule replikasi berikutnya kembali berjalan.
- Replikasi kedua juga dijalankan secara full.
Pada job kedua, muncul warning:
Proxmox VE CBT data was not provided for the “test1” VM.
Kemudian NAKIVO menampilkan informasi:
Cannot perform incremental replication of the “test1” VM.
Artinya, schedule replikasi tetap berjalan. Namun, NAKIVO tidak dapat melanjutkan incremental replication karena informasi perubahan disk sebelumnya tidak tersedia.
Penyebabnya
CBT digunakan untuk mencatat blok disk yang berubah sejak replikasi terakhir. Dengan informasi tersebut, NAKIVO hanya perlu mengirimkan data yang berubah.
Menurut dokumentasi NAKIVO:
- Disk format QEMU/QCOW2 memiliki dirty bitmap yang persistent.
- Disk format RAW atau VMDK menggunakan dirty bitmap non-persistent.
- Reboot VM dengan disk RAW akan me-reset dirty bitmap.
Pada homelab ini, disk VM disimpan pada Ceph RBD. Ceph RBD merupakan block-level storage dan VM disk menggunakan format RAW. Ketika VM reboot, data CBT di-reset sehingga NAKIVO tidak mendapatkan informasi perubahan blok yang valid.
NAKIVO kemudian mencoba menggunakan proprietary change tracking. Namun, karena informasi increment sebelumnya tidak ditemukan, NAKIVO menjalankan full replication kembali.
Pengujian Lanjutan
Untuk memastikan incremental replication berjalan normal, pengujian dapat dilanjutkan dengan skenario berikut:
- Jalankan full replication.
- Tambahkan data pada VM tanpa melakukan reboot.
- Tunggu schedule berikutnya.
- Pastikan job berjalan secara incremental.
- Reboot VM dan tunggu schedule selanjutnya.
- Bandingkan hasil replikasi setelah reboot.
Untuk VM yang sering reboot, opsi Use proprietary method dapat digunakan pada pengaturan Change Tracking. Metode ini tidak bergantung sepenuhnya pada native CBT Proxmox, tetapi prosesnya lebih lama karena NAKIVO perlu membaca seluruh disk untuk mencari blok yang berubah.
QEMU Guest Agent tetap perlu dipasang untuk proses snapshot dan quiescing guest OS, tetapi tidak dapat mencegah CBT ter-reset setelah VM reboot.
Kesimpulan
Schedule replikasi tetap berjalan meskipun VM sempat reboot. Namun, pada VM yang menggunakan Ceph RBD dengan format RAW, reboot dapat me-reset CBT sehingga incremental replication tidak dapat dilanjutkan dan NAKIVO kembali menjalankan full replication.
Kondisi ini merupakan limitasi native CBT pada disk RAW, bukan kegagalan schedule replikasi.

