Jadi hari ini saya memulai training proxmox kembali dengan penuh keseriusan dan saya belum memiliki tulisan mengenai pembuatan NFS yang diintegrasi dengan proxmox. Saat saya mencoba cukup mudah dan minim error, karena di proxmox memang dibantu dengan virtualisasi Web UI nya.
Dalam setup virtualisasi, urusan storage sering jadi hal yang “terasa penting” ketika sudah mulai penuh atau ribet dikelola. Awalnya mungkin masih aman pakai storage lokal di Proxmox, tapi begitu VM mulai banyak, ISO numpuk, dan container bertambah, pengelolaan jadi kurang fleksibel. Di titik ini, biasanya kita mulai butuh storage terpusat.
Di lab kali ini, saya coba setup NFS Server dengan OS Debian 12 yang nantinya akan diintegrasikan ke Proxmox VE. Tujuannya simpel: semua disk VM, ISO, dan template LXC disimpan di satu tempat, jadi lebih mudah dikelola dan bisa dipakai bersama.
Konsep Dasar NFS (Network File System)
NFS (Network File System) adalah protokol yang memungkinkan sebuah server membagikan folder ke client melalui jaringan. Jadi dari sisi client (dalam hal ini Proxmox), folder tersebut terasa seperti storage lokal, padahal sebenarnya berada di server lain.
Dalam implementasi Proxmox, NFS biasanya digunakan untuk:
- Menyimpan disk VM
- Menyimpan file ISO
- Menyimpan template LXC
Cara kerjanya:
- Server NFS melakukan export directory
- Proxmox mount directory tersebut sebagai storage
- Semua data diakses lewat jaringan
Kelebihan NFS:
- Setup relatif cepat dan tidak ribet
- Native di Linux (tidak perlu tambahan kompleks)
- Cocok untuk lab dan skala kecil
Kekurangannya:
- Bergantung pada performa jaringan
- Tidak sekuat solusi seperti Ceph untuk high availability
1. Persiapan Server NFS
Spesifikasi:
- OS: Debian 12
- IP Address:
192.168.1.254 - Role: NFS Server
Update sistem:
apt update && apt upgrade -y
Set hostname:
hostnamectl set-hostname nfs.server
2. Instalasi NFS Server
Install service NFS:
apt install nfs-kernel-server -y
Output:

Cek service:
systemctl status nfs-server
Output:

3. Pembuatan Directory Share
Saya buat dua direktori utama:
/srv/nfs/vm→ untuk disk VM & container/srv/nfs/iso→ untuk ISO & template
mkdir -p /srv/nfs/vm
mkdir -p /srv/nfs/iso
Set permission:
chown -R nobody:nogroup /srv/nfs
chmod -R 777 /srv/nfs
Note: ⚠️ Untuk production, sebaiknya gunakan permission lebih ketat (misalnya berdasarkan UID/GID Proxmox
Output:

4. Konfigurasi Export NFS
Edit file:
nano /etc/exports
Tambahkan:
/srv/nfs/vm 192.168.1.0/24(rw,sync,no_subtree_check,no_root_squash)
/srv/nfs/iso 192.168.1.0/24(rw,sync,no_subtree_check,no_root_squash)
Apply konfigurasi:
exportfs -a
systemctl restart nfs-server
Cek:
exportfs -v

5. Integrasi NFS ke Proxmox
Masuk ke Web UI Proxmox VE
5.1 Storage ISO & Template
- Datacenter → Storage → Add → NFS
- ID:
nfs-iso - Server:
192.168.1.254 - Export:
/srv/nfs/iso - Content:
- ISO Image
- Container Template

5.2 Storage Disk VM
- Datacenter → Storage → Add → NFS
- ID:
nfs-vm - Server:
192.168.1.254 - Export:
/srv/nfs/vm - Content:
- Disk Image
- Container

6. Upload ISO dan Template
Setelah storage muncul di Proxmox:
- Upload ISO Alpine di tab ISO Images

- Upload template Debian (
.tar.zst) di tab CT Templates

Atau bisa juga download langsung dari repository Proxmox.
8. Verifikasi di Server NFS
showmount -e
Pastikan ada:

ls /srv/nfs/vm
ls /srv/nfs/iso
Kesimpulan & Tips Teknis
Setup NFS ini sebenarnya cukup “ringan” tapi impact-nya lumayan terasa, terutama kalau mulai banyak VM atau sering bongkar pasang environment lab. Dengan storage terpusat, kita jadi tidak terlalu bergantung pada disk lokal di Proxmox.
Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan dari pengalaman setup ini:
- Untuk lab, permission 777 masih oke, tapi jangan dipakai di production.
- Usahakan pakai jaringan yang stabil (kalau bisa dipisah khusus storage).
- Performa NFS sangat tergantung network, jadi bottleneck biasanya bukan di server.
- Kalau mulai scale up, bisa pertimbangkan solusi lain seperti distributed storage.
- Backup masih diperlukan, NFS bukan solusi redundancy.
Dengan setup ini, storage Proxmox jadi lebih fleksibel dan enak dipakai untuk eksperimen maupun deployment kecil.


Leave a Reply