Melanjutkan pembelajaran menjadi Proxmox Engineer cukup menantang, karena memang harus paham, mulai dari networking hingga pengetahuan tentang storage.
Pada artikel kali ini, saya membuat catatan dari pembelajaran yang sudah saya lakukan yaitu menambahkan storage ZFS sebagai datastore. Langsung saja ke langkah-langkahnya…
Kita sudah punya 3 node:
rafi1
rafi2
rafi3
Dan tujuan kita:
- Setiap node punya ZFS pool dengan nama sama (
zfs-pool) - Storage muncul di Proxmox
- Siap dipakai untuk replication
Kondisi Awal
Dari rafi1, kalian sudah cek disk:
lsblk
Output:
sda 100G → OS
sdb 20G → disk tambahan (target ZFS)
Artinya:
sda= jangan disentuhsdb= yang baru saja ditambah sebelumnya
Output:

STEP 1 — Buat ZFS Pool di rafi1
Kalian sudah menjalankan:
zpool create -f zfs-pool /dev/sdb
Lalu cek:
zpool status
Output:

Ini artinya:
- ZFS berhasil dibuat
- Disk sudah masuk ke pool
- Tidak ada error
STEP 2 — Tambahkan ke Proxmox Storage (rafi1)
Kalian jalankan:
pvesm add zfspool zfs-pool \
--pool zfs-pool \
--content images,rootdir
Cek:
pvesm status
Output:

Artinya:
- Storage sudah dikenali Proxmox
- Bisa dipakai untuk VM
STEP 3 — Ulangi disetiap node (rafi2)
Di rafi2, kalian jalankan:
pvesm status
Output:

Catatan:
- ZFS pool itu harus dibuat manual di tiap node
STEP 4 — Ulangi disetiap node (rafi3)
Langkah di rafi3 sama persis:
zpool create -f zfs-pool /dev/sdb
pvesm status
Output:

STEP 5 — Verifikasi
Dan di tiap node:
zpool list
Harus sama:

Kesimpulan
Dari screenshot yang kalian kirim, kita bisa tarik kesimpulan:
Yang sudah benar:
- ZFS di
rafi1,rafi2,rafi3 sudah dibuat - Storage sudah terdaftar
- Status sudah
active
Insight Penting (ini yang sering bikin bingung)
pvesm status = hanya config
zpool status = kondisi real di node
Jadi:
pvesmbisa bilang OK- Tapi kalau
zpooltidak ada → tetap error
Penutup dan Tips Rafi
Dari pengalaman saya, kesalahan paling sering itu:
- Mengira storage sudah siap hanya dari
pvesm status - Padahal ZFS belum dibuat di semua node
Tips dari saya:
- Selalu cek
zpool listdi setiap node - Samakan nama pool dari awal
- Gunakan disk yang konsisten (
sdbdi semua node kalau bisa) - Jangan campur nama (
tank,zfs-pool, dll)


Leave a Reply