Catatan Carbonio: Restore Akun

Backup tidak ada gunanya kalau kita tidak paham cara mengembalikannya. Di Carbonio, hampir semua operasi restore dilakukan lewat CLI, dan fiturnya cuma ada di versi berlisensi, bukan Community Edition. Tulisan ini saya ringkas dari dokumentasi resmi Zextras plus beberapa hal yang saya temui sendiri waktu praktik restore dan migrasi di lab sertifikasi.

Sebelum restore, pastikan dulu

  • Modul backup harus aktif dengan urutan yang benar: lisensi aktif, start service module, baru doSmartScan start. Tanpa ini, operasi restore tidak akan jalan.
  • SmartScan harus dalam keadaan jalan. Kalau mati, restore apa pun akan gagal.
  • Item baru ditandai sebagai deleted setelah dihapus dari mailbox melalui operasi Purge. Selama belum di-purge, item masih tersedia untuk dipulihkan.

Pilihan strategi restore

Ada beberapa strategi, dan masing-masing punya kegunaannya sendiri:

  • doItemRestore untuk mengembalikan satu item tertentu ke sebuah mailbox berdasarkan itemID. Bisa juga dikembalikan ke folder yang berbeda dari aslinya.
carbonio backup doItemRestore john@example.com 4784
  • doUndelete alias Time-range Undelete, untuk memulihkan item dalam satu titik atau rentang waktu tertentu, termasuk status item pada saat itu. Carbonio otomatis mengirim email ke pemicu restore dan admin di awal dan akhir proses.
carbonio backup doUndelete ...
  • doRestoreOnNewAccount untuk mengembalikan isi sebuah akun ke akun baru, cocok kalau kita tidak mau menimpa akun yang sudah ada. Setelah selesai, konfigurasi mailbox baru bisa dicek dengan carbonio config dump.
  • doExternalRestore untuk mengimpor backup dari infrastruktur yang berbeda. Ini pilihan untuk migrasi akun atau seluruh domain, membangun environment testing, sampai disaster recovery. Ini satu-satunya strategi yang server sumber dan tujuannya boleh beda, dan selain data, share milik akun ikut dikembalikan. Begitu dijalankan, domain dan akun langsung dibuat sehingga user bisa langsung kirim dan terima email walau item lama masih dipulihkan.
carbonio backup doExternalRestore /path/to/the/old/store

Restore Account adalah satu-satunya yang lewat GUI, ada di Admin Panel, Domains, Manage, Restore Account. Sisanya semua via CLI.

Disaster recovery singkat

Untuk pemulihan penuh setelah hardware atau infrastruktur rusak, alurnya: install Carbonio di server baru, atur Server dan Global settings, mount folder backup server lama (atau pakai backup eksternal terakhir kalau tidak tersedia), lalu jalankan doExternalRestore dengan Backup Path lama sebagai sumber. Kalau pulih dari snapshot VM, pastikan Backup Path tidak ikut di-rollback supaya datanya tetap ada untuk diimpor.

Tips

Beberapa hal di bawah ini yang sempat bikin saya tersendat waktu praktik external restore:

  1. doExternalRestore tidak mem-provision akun apa pun kalau SmartScan belum diinisialisasi. Jalankan doSmartScan start dulu, baru restore.
  2. doSmartScan butuh argumen start. Kalau cuma ketik doSmartScan, tidak jalan.
  3. Lisensi NFR belum aktif bikin error module ZxBackup is disabled. Aktifkan lisensi dan start service module dulu sebelum apa-apa.
  4. Saat External Restore banyak domain, stop dulu service backup-realtime, baru aktifkan lagi dan jalankan SmartScan setelah selesai, supaya beban server tidak melonjak. Nama service-nya backup-realtime, bukan RealTimeScanner.
  5. Log restore yang valid bukan output terminal. Output terminal cuma berisi operationId. File log yang benar ada di /opt/zextras/log/op_ExternalRestore_<uuid>.log. Saya pernah kehilangan poin di submission gara-gara salah ambil ini.
  6. Migrasi Files (Drive) dilakukan terpisah setelah restore email. Cari map file dengan ls /opt/zextras/backup/zextras/map_*, lalu jalankan carbonio-drive-migration -b <path_backup> -m /opt/zextras/backup/zextras/map_<uuid> -t https://hostname/. Flag -t itu URL server Carbonio, bukan domain yang diimpor, dan default-nya sudah ke hostname jadi bisa dihilangkan.
  7. Selalu validasi setelah restore. Waktu praktik, saya cek email masuk, recurring calendar event, kontak, dan signature memang ikut termigrasi dengan utuh, jadi tidak cuma mengandalkan pesan sukses di terminal.

Penutup

Kuncinya, pilih strategi restore sesuai kebutuhan: item tunggal pakai doItemRestore, item terhapus pakai doUndelete, dan migrasi atau disaster recovery pakai doExternalRestore. Tapi semua itu cuma jalan kalau modul backup diaktifkan dengan urutan yang benar dan SmartScan menyala. Detail di sini saya ambil dari dokumentasi resmi dan praktik di lab, jadi tetap cek dokumentasi versi yang kalian pakai karena perintah dan default bisa berubah antar rilis.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *