Waktu kecil kita semua hafal lagu cicak yang merayap pelan di dinding, lalu datang nyamuk dan langsung disambar. Lagu sederhana, tapi kalau direnungkan lagi sebagai orang dewasa, ada satu hal yang menarik.
Cicak tidak bisa terbang. Gerakannya lambat, cuma merayap, menempel di dinding. Sementara mangsanya, nyamuk, punya sayap dan bisa terbang bebas. Secara logika, harusnya cicak kesulitan. Tapi kenyataannya cicak tetap kenyang. Nyamuk yang lincah itu tetap saja masuk ke mulutnya.
Buat saya, ini gambaran yang pas soal rezeki. Yang sudah jadi bagian kita akan sampai juga dengan caranya sendiri, sekalipun lewat jalan yang tidak masuk akal. Kita sering merasa kalah saing, merasa orang lain lebih cepat dan lebih lincah, lalu khawatir bagian kita keduluan diambil. Padahal cicak menunjukkan sebaliknya.
Tapi bukan berarti diam saja. Cicak tetap merayap, tetap mengincar, tetap menyergap di waktu yang tepat. Ia tidak menganga menunggu nyamuk jatuh sendiri. Artinya, percaya rezeki sudah ada bagiannya bukan alasan untuk malas. Diamnya cicak di dinding itu juga bentuk usaha, bukan pasrah total.
Jadi lain kali kalau kalian lihat cicak menempel di dinding, ingat lagi pelajaran sederhananya. Yang tidak bisa terbang tetap bisa makan yang bersayap. Tugas kita cuma satu: terus berusaha di posisi masing-masing.


Leave a Reply