Selama ini saya mendalami dan mempelajari Proxmox, saya kira hanya dapat akses lewat web UI, di hp pun sudah pas sih untuk tampilan UI nya. Tapi, pas iseng baca-baca artikel, ternyata Proxmox bisa dipantau dan dikontrol langsung dengan menggunakan aplikasi berbasis android/ios. Berikut rangkuman yang saya pelajari, plus sedikit pendapat saya sebagai orang yang kadang sehari-hari pakai Proxmox.
Sumber: How I Manage My Proxmox Cluster From My Phone (4 Mobile Tools I Use) – Virtualizationhowto
Apa yang bisa dan tidak bisa dari HP
Web UI desktop tetap tempat utama buat ngatur semua aspek cluster. HP cocoknya buat monitoring dan operasi cepat.
Bisa dari HP:
- Cek status node dan resource cluster
- Start, stop, restart VM dan container
- Pantau CPU dan memori
- Lihat utilisasi storage
- Baca system log
Sebaiknya tetap dari desktop:
- Konfigurasi jaringan
- Manajemen storage
- Konfigurasi level cluster
- Perubahan infrastruktur kompleks
4 tool yang dibahas
1. Web UI mobile bawaan Proxmox
Sejak Proxmox 9, web UI bawaan sudah ramah layar HP. Tinggal buka URL server di browser, tampilannya menyesuaikan.
Kelebihan:
- Tanpa instal aplikasi, cukup browser
- Selalu kompatibel dengan rilis terbaru
- Fitur admin cukup lengkap
Kekurangan:
- Masih ada yang belum bisa, contohnya snapshot
2. Aplikasi resmi Proxmox
Konek langsung ke API Proxmox. Lebih praktis dari browser karena ingat koneksi dan dukung login biometrik.
Kelebihan:
- Mudah dipakai
- Info resource lengkap
- Operasi power VM seperti start, stop, dan reboot
- Login biometrik
Kekurangan:
- Tidak ada manajemen detail
- Tidak ada manajemen snapshot
- Tidak bisa kelola PBS
3. Proxmobo
Aplikasi pihak ketiga dengan dashboard rapi. Menurut penulis, grafik resource-nya paling bagus di antara semua aplikasi.
Kelebihan:
- UI termasuk terbaik menurut penulis
- Info resource detail
- Operasi power VM
- Bisa tambah instance PBS secara native
Kekurangan:
- Sebagian fitur terkunci di premium
- Tidak ada manajemen snapshot
4. Proxmate
Favorit penulis belakangan. Bersih, intuitif, fokus ke monitoring dan operasi cepat. Yang menonjol: bisa lihat kesehatan Ceph langsung dari aplikasi (katanya tidak ada di aplikasi lain), kelola snapshot di versi berbayar, dan SSH quick commands.
Kelebihan:
- Mudah dipakai
- Info paling lengkap di antara semua aplikasi
- Status kesehatan Ceph native
- Bisa kelola snapshot
- Info resource sangat detail
- Bisa lihat suhu hardware
- SSH quick commands yang bisa dikustomisasi
- Operasi power VM
- Versi premium lisensi seumur hidup, sekitar 9,99 dolar
Kekurangan:
- Sebagian fitur perlu versi berbayar
Jangan lupa, butuh tunnel atau VPN untuk akses dari luar
Kalau di luar jaringan homelab, jangan pernah ekspos web UI cluster ke internet. Pakai VPN atau tunnel modern seperti Pangolin, Cloudflare Tunnel, atau Twingate. Tidak perlu buka port masuk, cukup izinkan koneksi keluar lewat HTTPS. Alurnya: konek VPN dulu, baru buka aplikasi mobile.
Tabel perbandingan
| Tool | Platform | Cocok untuk | Kelebihan utama | Keterbatasan |
|---|---|---|---|---|
| Web UI mobile bawaan | Browser (iOS/Android) | Akses cluster penuh | Bawaan Proxmox, fitur cukup, selalu update, tanpa instal aplikasi | Ada batasan di mobile, tidak semua fitur tersedia |
| Aplikasi resmi Proxmox | iOS/Android | Kontrol VM dan node cepat | Tampilan simpel, operasi power gampang | Konfigurasi lanjutan terbatas |
| Proxmobo | iOS/Android | Dashboard visual yang cantik | UI bagus, grafik resource, overview cluster oke | Pihak ketiga, ada batasan fitur |
| Proxmate | iOS/Android | Monitoring termasuk Ceph | Monitoring kuat, snapshot, SSH quick action, monitoring hardware | Sebagian fitur perlu versi berbayar |
Penutup
Buat saya ini penemuan yang menyenangkan. Beberapa pendapat saya:
- HP bukan pengganti web UI desktop, posisinya pelengkap buat monitoring dan tindakan cepat.
- Mulai dari yang gratis dulu, baru naik ke berbayar kalau butuh fitur seperti snapshot atau monitoring Ceph.
- Fitur Ceph di Proxmate menarik buat saya yang kebetulan pakai Ceph di cluster sendiri.
- Sebagus apa pun aplikasinya, keamanan tetap nomor satu. Jangan tergoda kemudahan sampai lupa pakai VPN atau tunnel.


Leave a Reply