Memahami CloudStack Networking

Saat ini saya sedang mencoba Apache CloudStack di lingkungan lab. Networking dasar seperti IP address, subnet, dan gateway secara umum sudah bisa saya pahami. Bagian yang masih saya pelajari adalah bagaimana CloudStack memakai konsep tersebut untuk mengatur jaringan VM.

Setelah membaca artikel ShapeBlue – A Beginner’s Guide to CloudStack Networking dan sedikit dokumentasi cloudstack, baru saya mulai memahami.

Empat Jenis Trafik CloudStack

Hal pertama yang perlu dipahami adalah CloudStack membagi trafik jaringan berdasarkan fungsinya.

Jenis trafikFungsi
ManagementKomunikasi Management Server, host, dan System VM
GuestTrafik antar-VM dan trafik VM menuju gateway
PublicMenghubungkan guest network dengan jaringan luar
StorageTransfer template, ISO, dan snapshot

Keempat trafik tersebut tidak selalu membutuhkan empat NIC fisik. Pada lab, beberapa trafik dapat digabung dalam satu interface. Pada production, pemisahan NIC atau VLAN lebih disarankan.

Management Network

Management network digunakan untuk komunikasi Management Server, host hypervisor, Secondary Storage VM, Console Proxy VM, dan System VM lainnya.

Saat membuat pod, kita menyediakan Reserved System IP khusus untuk System VM. Range ini berbeda dari IP Management Server, IP host, Public IP, dan IP user VM. Sederhananya, management network adalah jalur kontrol internal CloudStack.

Guest Network

Guest network adalah jaringan yang digunakan oleh VM. Trafik antar-VM dan trafik VM menuju gateway akan melewati jaringan ini.

Pada Advanced Networking, guest network dapat berupa:

  • Isolated Network, yaitu jaringan yang dipisahkan untuk Account tertentu.
  • Shared Network, yaitu jaringan yang dapat digunakan bersama sesuai scope yang ditentukan.
  • VPC, yaitu beberapa network tier yang dihubungkan melalui VPC Virtual Router.

Pada isolated network, CloudStack memberikan VLAN tersendiri. VM memperoleh private IP dan menggunakan Virtual Router sebagai default gateway. Karena terpisah secara Layer 2, isolated network yang berbeda secara konsep dapat memakai CIDR private yang sama tanpa saling terhubung.

Public Network

Istilah Public Network di CloudStack tidak selalu berarti IP publik Internet. Public network adalah jaringan yang berada di sisi luar Virtual Router.

Dalam private cloud, Public IP dapat menggunakan IP private seperti 192.168.x.x. IP tersebut tetap disebut Public IP oleh CloudStack karena posisinya berada di luar guest network.

Public IP digunakan untuk Source NAT, Static NAT, port forwarding, load balancing, dan VPN.

Pada isolated network, VM tetap menggunakan private IP. Public IP dipasang pada sisi luar Virtual Router, lalu diterjemahkan menuju private IP VM.

Alur nya:

VM
IP: 10.1.1.100/24
Default gateway: 10.1.1.1
        ↓
Virtual Router
Guest interface: 10.1.1.1
        ↓
Source NAT
10.1.1.100 → 192.168.1.10
        ↓
Public interface Virtual Router
IP: 192.168.1.10/24
        ↓
Public gateway
192.168.1.1
        ↓
Internet

Jadi, pada isolated network, Public IP tidak langsung menjadi IP pada NIC VM.

Storage Network

Storage network menangani trafik Secondary Storage seperti download template dan ISO, penyalinan template ke Primary Storage, serta pemindahan snapshot. Jika tidak dibuat terpisah, trafik ini dapat melewati management network. Pada lingkungan dengan transfer data besar, pemisahan storage network lebih disarankan.

Basic dan Advanced Networking

CloudStack menyediakan dua model networking utama:

Basic NetworkingAdvanced Networking
Umumnya satu guest networkDapat memiliki banyak network
Isolasi memakai Security GroupIsolasi menggunakan VLAN dan Layer 3
Konfigurasi lebih sederhanaMendukung isolated network, NAT, VPN, dan VPC

Untuk private cloud dengan beberapa Account dan network terpisah, Advanced Networking lebih relevan. Pilihan model ditentukan saat membuat zone dan tidak dapat diganti setelah zone selesai dikonfigurasi.

Virtual Router

Virtual Router adalah System VM yang menjadi komponen utama pada isolated network. CloudStack membuat dan mengelolanya secara otomatis ketika network mulai digunakan.

Virtual Router dapat menyediakan gateway, DHCP, DNS, NAT, firewall, port forwarding, load balancing, dan VPN. Layanan yang tersedia bergantung pada Network Offering, sehingga dua isolated network dapat memiliki kemampuan berbeda.

Pada mode NATTED, Virtual Router melakukan NAT antara guest network dan Public network. CloudStack juga mendukung mode ROUTED, tetapi cara akses ke jaringan luar berbeda karena tidak memakai layanan NAT seperti mode NATTED.

Hubungan dengan VLAN dan Switch

CloudStack dapat membuat interface virtual dan mengalokasikan VLAN, tetapi jaringan fisik tetap harus disiapkan sebelumnya.

Guest VLAN dan Public VLAN harus diizinkan pada bridge host, switch port, trunk antar-switch, serta router yang menjadi gateway.

Jika VLAN sudah dimasukkan ke CloudStack tetapi belum diizinkan pada switch, VM mungkin berhasil dibuat tetapi tidak memperoleh DHCP, tidak dapat mencapai gateway, atau tidak dapat mengakses jaringan luar.

Kesimpulan

Setelah dipisahkan berdasarkan fungsi, networking CloudStack menjadi sedikit lebih mudah dipahami:

  • Management network digunakan untuk mengelola infrastruktur.
  • Guest network digunakan oleh VM.
  • Public network menghubungkan Virtual Router dengan jaringan luar.
  • Storage network membawa trafik template, ISO, dan snapshot.

Pada Advanced Networking, Virtual Router menghubungkan private guest network dengan Public network, sedangkan VLAN memisahkan network pada Layer 2. CloudStack tidak menggantikan networking dasar, tetapi mengotomatisasi penggunaan subnet, gateway, VLAN, routing, NAT, dan firewall untuk VM serta Account.

Referensi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *