Hari ini saya melanjutkan membaca artikel dari Mr.PlanB tentang penggunaan Proxmox di lingkungan production. Artikel ini membahas pengalaman beberapa system admin yang menggunakan Proxmox untuk menjalankan ratusan hingga lebih dari 10.000 VM.
Dari beberapa pembahasan tersebut, ada pembahasan yang menarik pada bagian penggunaan Ceph sebagai storage Proxmox, terutama mengenai risiko penggunaan Ceph dengan jumlah node yang sedikit.
Dalam artikel tersebut, seorang system admin yang menggunakan Ceph pada cluster dengan jumlah node cukup banyak. Namun, ada juga yang merasa bahwa penggunaan Ceph dengan tiga node masih berisiko ketika salah satu node mengalami kegagalan. Untuk kebutuhan production yang kritis, salah satu administrator lebih memilih minimal lima node. Tentunya, ini berdasarkan pengalaman dan pertimbangannya, bukan ketentuan wajib dari Ceph.
Pembahasan tersebut mengingatkan saya pada pengujian yang pernah saya lakukan menggunakan dua node Proxmox VE dengan Ceph Squid 19.2. Saat itu, saya menggunakan enam OSD dengan konfigurasi pool size 2 dan min_size 1.
Saya juga sempat melakukan pengujian dengan mematikan salah satu node untuk melihat dampaknya terhadap cluster. Hasilnya, VM yang sudah berjalan masih dapat beroperasi, tetapi pembuatan VM baru mengalami kendala karena cluster Proxmox kehilangan quorum.
Perlu dibedakan bahwa kendala tersebut berasal dari quorum Proxmox (Corosync), bukan langsung dari Ceph. Keduanya memiliki mekanisme quorum yang berbeda. Saya kemudian mencoba menambahkan Ceph MON eksternal dan mempelajari penggunaan QDevice untuk membantu quorum Proxmox.
Dari pengujian tersebut dan artikel yang saya baca, saya memahami bahwa penggunaan cluster dengan jumlah node sedikit memang perlu diperhatikan, terutama ketika salah satu node down dan mengalami kegagalan.
Pengujian saya sebelumnya masih sebatas lab untuk memahami mekanisme Proxmox dan Ceph. Namun, pengalaman tersebut cukup membantu saya memahami pembahasan dalam artikel bahwa cluster yang berhasil berjalan belum tentu langsung siap digunakan untuk production, terutama jika belum diuji bagaimana kondisinya ketika terjadi kegagalan node atau storage.
Bacaan:
https://www.mrplanb.com/blog/proxmox-production-workloads-real-world-scale


Leave a Reply