Saat melakukan pengujian replication NAKIVO pada Proxmox dengan backend storage Ceph, job gagal karena NAKIVO tidak memiliki ruang yang cukup untuk membuat temporary overlay. Masalah ini terjadi walaupun kapasitas Ceph masih tersedia.
Artikel ini membahas penyebabnya, proses pemeriksaan, dan solusi yang digunakan pada lab.
Kondisi Lab
| Komponen | Konfigurasi |
|---|---|
| Proxmox | pve-nakivo.local |
| IP Proxmox | 192.168.14.45 |
| Disk OS awal | 30 GB, ext4 dan LVM |
| Backend storage VM | Ceph |
| Ceph OSD | 3 × 50 GB |
| VM pengujian | test1 |
VM sumber berada di Ceph, sedangkan replication dijalankan melalui NAKIVO.
Pesan Error
Pada replication pertama, NAKIVO menampilkan error berikut:
ReplicationDataCopy: Host has no free space for overlay files
Not enough space for creation of temporary overlay file in "/tmp" location.
Please make sure there is sufficient free space in the specified location.
Error tersebut menunjukkan bahwa masalah berada pada temporary file location di host Proxmox, bukan pada kapasitas Ceph.
Memahami Alur Replication NAKIVO
Pada storage berbasis block seperti Ceph RBD, NAKIVO membutuhkan overlay sementara selama pemrosesan VM.
VM test1 di Ceph
→ temporary overlay di host Proxmox
→ data diproses oleh NAKIVO
→ VM replica dibuat pada storage tujuan
→ temporary overlay dibersihkan
Jadi, /tmp bukan lokasi akhir replica. Hasil replication tetap berupa VM pada Proxmox dan storage tujuan yang dipilih dalam job.
Penyebab
Pada Proxmox VE 9, /tmp menggunakan tmpfs. Artinya, kapasitas /tmp berasal dari memory dan swap, bukan dari filesystem root.
Karena itu, memperbesar disk OS dan pve-root tidak otomatis menambah kapasitas /tmp. Root sudah memiliki ruang kosong 97 GB, tetapi NAKIVO masih menggunakan /tmp yang hanya 2 GB.
Memperbesar tmpfs juga bukan pilihan yang digunakan pada pengujian ini karena akan menambah batas penggunaan memory atau swap. Solusinya adalah membuat direktori temporary NAKIVO pada filesystem ext4 yang sudah diperbesar.
Membuat Lokasi Temporary Baru
Buat direktori khusus pada filesystem root:
mkdir -p /var/lib/nakivo-temp
chown root:root /var/lib/nakivo-temp
chmod 700 /var/lib/nakivo-temp
Periksa filesystem yang digunakan:
df -hT /var/lib/nakivo-temp
Hasilnya harus mengarah ke filesystem root, bukan tmpfs:
/dev/mapper/pve-root ext4 112G 11G 97G 10% /
Uji akses tulis:
touch /var/lib/nakivo-temp/test-write
rm /var/lib/nakivo-temp/test-write
Mengubah Temporary File Location di NAKIVO
Buka konfigurasi inventory Proxmox pada NAKIVO:
Settings
→ Inventory
→ pve-nakivo.local
→ Edit
→ Options
→ Temporary file location
Ubah lokasi dari:
/tmp
menjadi:
/var/lib/nakivo-temp
Simpan perubahan, kemudian lakukan Refresh Inventory.
Menjalankan Ulang Replication
Jalankan kembali replication job melalui NAKIVO. Selama proses berlangsung, kapasitas dan penggunaan direktori temporary dapat dipantau dengan:
watch -n 5 'df -h /var/lib/nakivo-temp; du -sh /var/lib/nakivo-temp 2>/dev/null'
Hasil yang diharapkan:
- Job replication berstatus Successful.
- VM replica muncul pada Proxmox.
- Disk replica berada pada storage tujuan yang dipilih.
- Temporary overlay dibersihkan setelah job selesai.
- VM sumber tetap berjalan normal.
Catatan Penting
Penggunaan /var/lib/nakivo-temp sesuai untuk pengujian lab karena root sudah memiliki ruang yang cukup. Namun, direktori tersebut masih berada pada root volume Proxmox.
Untuk production atau VM dengan perubahan data tinggi, gunakan disk atau filesystem terpisah sebagai temporary file location. Tujuannya agar pertumbuhan overlay tidak memenuhi root dan mengganggu service Proxmox.
Selain itu, replication ke node dan Ceph yang sama hanya membuktikan fungsi replication. Skenario tersebut belum memberikan perlindungan disaster recovery karena VM sumber dan replica tetap bergantung pada host yang sama.
Kesimpulan
Replication gagal bukan karena Ceph kehabisan ruang, tetapi karena /tmp pada Proxmox hanya berupa tmpfs 2 GB. Memperbesar disk OS tidak menambah kapasitas /tmp secara otomatis.
Solusi pada lab ini adalah membuat /var/lib/nakivo-temp, kemudian mengarahkannya sebagai Temporary file location pada inventory NAKIVO. Dengan begitu, overlay dapat memakai ruang kosong filesystem ext4 tanpa bergantung pada tmpfs.


Leave a Reply