NAKIVO dapat digunakan untuk membuat replica VM dari satu Proxmox ke Proxmox lainnya. Replica tersebut dapat dinyalakan ketika VM utama mengalami gangguan atau saat melakukan pengujian recovery.
Pada pengujian homelab ini, replication sempat gagal dan menghasilkan beberapa warning. Berikut konfigurasi yang saya lakukan agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar.
Homelab yang Digunakan
Saya menggunakan dua server Proxmox dengan backend storage Ceph.
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
pve-nakivo | Host VM sumber |
pve-nakivo2 | Host VM replica |
| Ceph RBD | Storage disk VM sumber dan replica |
| NAKIVO | Mengatur dan menjalankan proses replication |
Alur replication-nya sebagai berikut:
VM sumber
pve-nakivo + Ceph
↓
NAKIVO
↓
VM replica
pve-nakivo2 + Ceph
NAKIVO berperan memproses dan memindahkan data. Hasil akhirnya tetap berupa VM replica pada pve-nakivo2, bukan disimpan di server NAKIVO.
Sebelum menjalankan replication, ada empat hal yang perlu diperiksa.
1. Ubah Lokasi Temporary Overlay
Untuk VM yang berada pada block storage seperti Ceph RBD, NAKIVO membuat temporary overlay pada host Proxmox. Secara default, file tersebut disimpan di /tmp.
Pada pengujian pertama, replication gagal dengan error:
Host has no free space for overlay files
Not enough space for creation of temporary overlay file in "/tmp" location.
Periksa kapasitas /tmp pada pve-nakivo:
df -hT /tmp
findmnt -T /tmp
Pada homelab saya, /tmp menggunakan tmpfs dengan kapasitas 2 GB. Karena tidak cukup, saya membuat lokasi temporary baru pada filesystem root yang sudah memiliki ruang lebih besar:
mkdir -p /var/lib/nakivo-temp
chown root:root /var/lib/nakivo-temp
chmod 700 /var/lib/nakivo-temp
df -hT /var/lib/nakivo-temp
Kemudian ubah lokasinya pada NAKIVO:
- Settings → Inventory → pve-nakivo → Edit
→ Options → Temporary file location
→ /var/lib/nakivo-temp
Simpan konfigurasi lalu lakukan Refresh Inventory.

Untuk homelab, direktori tersebut cukup digunakan selama kapasitas root dipantau. Pada production, sebaiknya gunakan filesystem terpisah agar temporary overlay tidak memenuhi root Proxmox.
2. Pastikan VM Sumber Menyala
Pada pengujian berikutnya, replication VM yang sedang off dapat diproses oleh NAKIVO, tetapi menghasilkan warning karena VM dijalankan dalam temporary prelaunch state.
Untuk mendapatkan hasil job yang bersih, saya memastikan VM sumber sudah menyala sebelum replication dimulai:
qm list
qm start <VMID>
Pastikan status VM pada pve-nakivo menunjukkan running.
3. Pasang dan Aktifkan QEMU Guest Agent
QEMU Guest Agent membantu Proxmox berkomunikasi dengan guest OS. NAKIVO membutuhkannya untuk melakukan guest OS quiescing agar filesystem berada dalam kondisi konsisten saat snapshot dibuat.
Tanpa agent, job dapat tetap berjalan tergantung konfigurasinya. Namun, dapat muncul warning karena quiesced snapshot tidak berhasil dibuat.
Untuk VM Debian atau Ubuntu, jalankan:
apt update
apt install -y qemu-guest-agent
systemctl enable --now qemu-guest-agent
Setelah itu, aktifkan pada Proxmox:
VM → Options → QEMU Guest Agent → Enabled

Jika agent baru diaktifkan tetapi belum terdeteksi, lakukan shutdown lalu start kembali VM. Uji komunikasinya dari host Proxmox:
qm agent <VMID> ping
Jika perintah tidak menghasilkan error, QEMU Guest Agent sudah terhubung.
4. Pisahkan Jadwal Backup dan Replication
Backup dan replication sebaiknya tidak dijalankan pada waktu yang sama. Keduanya menggunakan VM sumber, storage Ceph, jaringan, dan NAKIVO Transporter.
Pada homelab ini, jadwalnya dipisahkan seperti berikut:
| Job | Contoh Jadwal |
|---|---|
| Backup | 21.00 WIB |
| Replication | 23.00 WIB |
Berikan jeda sesuai durasi backup ditambah buffer. Pilihan yang lebih aman adalah menggunakan Run after another job, sehingga replication baru berjalan setelah backup selesai.

Periksa juga menu Calendar pada NAKIVO untuk memastikan tidak ada jadwal yang saling tumpang tindih.
Verifikasi Hasil Replication
Setelah konfigurasi diperbaiki, jalankan kembali job dan pastikan:
- Job replication berstatus Successful tanpa error atau warning.
- VM replica muncul pada
pve-nakivo2. - Disk replica berada pada storage Ceph tujuan.
- Temporary overlay dibersihkan setelah job selesai.
Penggunaan temporary storage dapat dipantau selama job berjalan:
watch -n 5 'df -h /var/lib/nakivo-temp; du -sh /var/lib/nakivo-temp 2>/dev/null'
Penutup
Replication NAKIVO pada Proxmox dapat berjalan lancar setelah lokasi temporary overlay memiliki ruang yang cukup, VM sumber dalam kondisi menyala, QEMU Guest Agent aktif, dan jadwal job tidak saling bertabrakan.
Empat pemeriksaan tersebut cukup sederhana, tetapi penting dilakukan sebelum replication diterapkan pada VM lainnya.


Leave a Reply